Lailatul Ijtima’

IMG_5288

Salah satu  tradisi yang ada di Kecamatan Kebonsari dalah Lailatul Ijtima’ (LI). Lailatul Ijtima’ adalah berkumpulnya seluruh anggota Jam’iyyah NU dalam satu majelis untuk bertukar pikiran atau mewusyarahkan sesuatu. Tradisi ini bercorak sosial (mubarrat) yang sarat akan nilai luhur budaya. Biasanya acara ini diselenggarakan setiap malam tanggal 15 bulan Qamariyah. Dan kebetulan saat ini acara ini bertempat di sebuah masjid Rejosari, tepatnya Masjid Baitussalam Dukuh Watu Ompak. Acara ini dihadiri oleh hampir seluruh kyai se-kecamatan Kebonsari dan oleh warga sekitar masjid.

IMG_5304

    Kegiatan lailatul ijtima’ dimaksudkan agar seluruh anggota jam’iyyah NU dapat menenangkan pikiran dan melupakan seluruh kesibukan sehari-hari. Segala kesibukan dan kepenatan diganti dengan taqarrub (mendekatkan diri) pada Alloh swt, silaturrahim (muwajjahah) dengan ulama’ dan para kyai baik di tingkat PBNU maupun ranting dengan satu tujuan menuju ridha Alloh swt.

IMG_5486 IMG_5496

Ada beberapa hadist yang mendasari kegiatan lailatul ijtima’, di antaranya:

  1. Sabda Rasulullah SAW, “..dihilangkan siksa mayit sebab doa orang-orang yang masih hidup” (dari Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy_Syakr)
  2. Sabda Rasulullah SAW, Siapapun yang menolong mayit dengan cara membaca Al-Qur’an atau dzikir, maka ALLAH SWT akan memasukkan orang tersebut ke dalam surge” (HR. Addarami dan Annasaa_i dari Ibnu ‘Abbas r.a.).
  3. Sabda Rasulullah SAW, Mayit di dalam kubur seperti orang tenggelam yang butuh pertolongan, senantiasa menunggu disampaikannya kiriman do’a dari bapaknya, ibunya, anaknya atau saudara yang dapat dipercaya. Ketika ada doa yang dipanjatkan (dihadiahkan), mayit tersebut lebih senang dibanding mendapat dunia seisinya. Dan hadiah doa orang yang masih hidup tersebut menurunkan maghfirah ALLAH SWT kepada sang mayit. (Imam Baihaqi dan Ad-Dailami dari Ibnu ‘Abbas)

Lailatul ijtima’ dilakukan dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  1. Shalat ghaib untuk para anggota jam’iyyah NU
  2. Shalat Hajat
  3. Shalat Taubat
  4. Shalat Witir
  5. Membaca surah Yasin dan tahlil
  6. Setelah itu dilanjutkan dengan Tausiyah oleh seorang Kyai dengan tema yang telah ditentukan.