Wisata Religi

Masjid     AL – HUDA

Masjid Al- Huda didirikan pada tahun 1870 oleh Mbah Kyai Abu Thoyyib  . Mbah  Kyai Abu Thoyyid merupakan salah satu Prajurid Pangeran Diponegora beliau berasal dari Ponorogo . Masjid ini terletak di Dusun Bangunrejo Desa Rejosari Kec. Kebonsari  Madiun.

Masjid Masjid Al- Huda juga digunakan sebagai sarana pendidikan dengan di didirikannya Pondok Pesantren Kedung kenong yang sekarang dipimpin oleh Bpk. Kyai Sirat Hudin yang merupakan salah satu keturunan dari  Mbah Kyai Abu Thoyyib . Pengurus  Pondok Pesantren Kedung Kenong  adalah Kyai Sirat Hudin , pengajar pondok terdiri dari 4 Nasab dan 5 Kyai .  dengan  kapasitas santri 300 anak baik perempuan maupun laki-laki . santri dari  Pondok Pesantren Kedung Kenong   berasal dari berbagai daerah di Indonesia mulai dari Palembang , Demak ,Caruban , dan Ngawi .

Agenda  Masjid Al-Huda antara lain Simak  Al-Qur’an pada akhad pertama dan mengadakan Istighosah pada malam jum’at Kliwon,dan pengajian-pengajian lain yang selalu rutin dilakukan oleh para santri, pengurus dan warga setempat.

IMG20160812085457

Masjid Al Huda (Pesantren Kedung kenong ) Bangunrejo, Rejosari

===========================================================================================

Makam Putri Campa

IMG_1697

 

Makam Putri Campa / Sti Fatimah

Pada waktu dibangunya dam jati yang ditujukan untuk `sarana irigasi . pada saat membuat plengsengan tersebut  ditemukan sebuah   makam  dengan  kondisi  jasad   tulang dan kulit yang masih utuh makam tersebut tidak bisa dipindah  . pada waktu  itu ada  paranormal atau orang pintar yang mencoba menguak makam itu , si paranormal menemukan sebuah  gentong yang  didalamnya ada emas,   tetapi  emas tersebut tidak dapat diambil  karena sudah beda alam . kemudian warga  menyimpulkan bahwa  apabila  jasad  itu merupakan putri  dari kerajaan yang melarikan diri dengan membawa bekal  emas untuk bertahan hidup . IMG_3745 IMG_3744Kemudian masyarakat menyambungkan dengan  Eyang Babat Alas atau Eyang Canggah( Raden MangunHarso ) yaitu orang yang babat alas desa balerojo beliau merupakan keturunan dari keraton / kerajaan solo  sehingga masyarakat menyimpulkan bahwa  jasad makam tersebut merupakan salah satu keluarga dari Eyang     .  karena di desa balerejo ada keturunan dari keraton solo  yaitu Raden Ajeng Bening Sundari  beliau adalah Putri dari Pakubuwono ke V  Surakarta/Solo  istri dari Eyang Babat Alas atau Eyang Canggah( Raden MangunHarso ) .  sehingga masyarakat  mengira bahwa makam itu adalah makam putri campa. Tetapi di surakarta atau makam kerajaan solo ada makamnya  Puteri Campa.  Sejarah makam puteri campa ini masih simpang siur .