Unmer Madiun - Kamis, 06 Maret 2025, Tim Berasa Unmer Madiun sebagai penggagas aplikasi digital pengelolaan sampah K-Trash berhasil masuk final dalam ajang 1000x Innovation Challenge 2025 yang diselenggarakan oleh Marvin Foundation, The Habibie Center, dan ILUNI UI, dengan didukung penuh dari FEB UI, Science Technopark UI dan DSX Venture.
Kompetisi inovasi digital ini diikuti oleh 315 tim dari 127 Perguruan Tinggi Se-Indonesia yang digelar pada 24-26 Februari 2025 bertempat di Auditorium R.Soeria Atmadja, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia.
K-Trash yang merupakan pilot project yang telah digunakan oleh Koperasi Pengelolaan Sampah Mulyo Raharjo Lestari (KPS Mural) Madiun, menjadi sebuah inovasi digital yang membawa kemudahan dalam pencatatan sampah secara digital.
Melalui aplikasi K-Trash masyarakat dapat menyetorkan sampah dan melakukan pencatatan menggunakan aplikasi tersebut yang selanjutnya akan dikonversi dalam nilai rupiah sesuai dengan berat dan jenis sampah, sehingga K-Trash menjadi inovasi yang lebih baik daripada bank sampah yang masih menggunakan pencatatan sampah secara manual. “Nilai Konversi sampah akan menjadi e-money dan dapat digunakan untuk melakukan transaksi non-tunai,” jelas Bernardi Sabit, ketua Tim Berasa Unmer Madiun.
Pada kompetisi inovasi terbesar bagi mahasiswa Indonesia tersebut, aplikasi K-Trash berhasil dipresentasikan oleh Tim Berasa Unmer Madiun yang terdiri dari Benardi Sabit (Ketua Tim), dan dua anggotanya yakni Salsabil Nabilla RP (Mahasiswa Prodi Akuntansi) dan Radita Via Mauludhea (Prodi Akuntansi), yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Wira Ganet Aribowo, S.Pd., M.E.
Meskipun aplikasi K-Trash belum mendapatkan kesempatan untuk menang, namun hal ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi Tim Berasa Unmer Madiun yang dapat bertanding dengan tim dari Perguruan Tinggi se-Indonesia. “Kompetisi ini menjadi pengalaman yang luar biasa mengesankan dan mendorong kami untuk terus menggali inovasi dan potensi serta mengembangkan riset bagi mahasiswa Universitas Merdeka Madiun,” ujar Wira Ganet, Dosen Pendamping Tim Berasa Unmer Madiun.
Diharapkan aplikasi K-Trash ini dapat terus dikembangkan sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi inovasi dalam membantu masyarakat dalam memilah berbagai sampah berdasarkan jenis dan dari sumbernya. (Hms/Ndk)
